Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah Di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur

Bookmark and Share
STRATEGI PENANGGULANGAN ANAK PUTUS SEKOLAH            
DI DESA BAGEKPAPAN
KECAMATAN PRINGGABAYA LOMBOK TIMUR

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar  Belakang
Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan utama yang tak dapat disampingkan, sebab pendidikan ini membentuk sikap mental manusia kepada perilaku budi pekerti luhur yang dapat membentuk keperibadian utama yang diridhoi Alloh Swt. Demikian pula halnya dengan. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dunia dan akhirat, sebab pendidikan agama Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia baik yang sifatnya vertikal yaitu hubungan  manusiandan khaliknya maupun yang sifatnya horizontal yaitu hubungan manusia dengan manusia dan hubungan dengan alam sekitarnya, itulah sebab pendidikan sangat penting dan merupakan kebutuhan yang sangat perlu bagi kehidupan seseorang.
Berorientasi kepada tujuan pendidikan nasional yang ditetapkan undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dimana dalam undang-undang tersebut di tegaskan pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur. (UU SISDIKNAS, 2003:2)
Menghayati tujuan pendidikan di atas secara seksama dan sungguh-sungguh maka dapatlah dipahami bahwa pendidikan pada hakikatnya memilik anak bangsa yang diarahkan untuk dibentuk keperibadiannya menjadi manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, cerdas, terampil, disiplin, mandiri dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya dan pembangunan masyarakatnya. Oleh karena itu pendidikan selalu berorentasi pada kepentingan masyarakat, sementara masyarakat harus bertanggung jawab terhadap pendidikan, tegasnya masyarakat tak dapat melepaskan dirinya dari pendidikan.
Pendidikan Islam tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembanagan Islam sebagai agama samawi terakhir yang dibawa oleh Muhammad Saw. Pada masa pertumbuhan, yakni ketika Rasul menerima wahyu pertama dilanjutkan wahyu kedua, proses pendidikan-dipahami untuk menyampaikan impormasi kebenaran Islam sebagai agama baru-masih terbatas pada keluarga terdekat selanjutnya para sahabat. Penyampaian ajaran untuk mengakui kebenaran agama yang di bawa Muhammad Saw, tersebut dilakukan dengan cara perorangan dan dengan sembunyi. Salah satu tempat yang sering digunakan Muhammad untuk menyampaikan ajaran agama Islam adalah di rumah Arqam. Setelah dilakukan selama lebih kurang 3 th, proses penyebaran Islam dilakukan dengan cara terang terangan dan meninggalakan cara sembunyi yang selama ini dilakukan.
Banyak sekali dijumpai di dalam masyarakat factor-faktor yang menyebabkan seorang anak putus sekolah diantaranya :
1.    Kurangnya ekonomi orang tua yang dikarenakan tidak adanya penghasilan yang tetap/tidak adanya pekerjaan
2.    Kurangnya minat untuk meraih pendidikan/ mengenyam pendidikan dari anak didik itu sendiri
3.    Karena factor lingkungan baik itu pergaulan sehari-hari dengan teman sebaya maupun lingkungan yang lain
4.    Kurangnya motivasi dan pengawasan orang tua yang disebabkan karena orangg tua tidak pernah mengenyam pendidikan dan tidak memahami arti pentingnya pendidikan bagi kehidupan bangsa, dan bernegara.
Penanggulangan pendidikan terutama di Indonesia merupakan warisan tertua dari pendidikan, merupakan sekaligus aset bagi perkembangan pendidikan nasional. Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dimasyarakat sebagai supra sistem sebagai warisan, ia merupakan amanat sejarah untuk dipelihara dan dikembangkan oleh ummat Islam dari masa kemasa. Sedangkan sebagai aset pendidikan Islam yang terbesar diberbagai wilayah ini, membuka kesempatan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menata, mengelola dan mengembangkan, sesuai dengan sistem pendidikan nasional.
Diantara penyebab dunia pendidikan kurang mampu menghasilkan lulusannya yang diharapkan adalah karena dunia pendidikan selama ini haya membina kecerdasan intlektual, wawasan dan keterampilan semata tanpa diimbangi dengan membina kecerdasan emosional.
Berdasarkan latar belakang di atas peneliti memilih judul : “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah Di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur”
B. Fokus Penelitian
1. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ilmiah diperlukan rumusan masalah yang jelas dan logis sehingga penyelenggaraan penelitian tertib dan terarah sesuai dengan rumusan  masalahnya dalam arti penelitian terfokus pada masalah-masalah yang ditetapakan. Dengan demikian penelitian tidak mengembang, namun selalau berada di atas rel-rel atau garis-garis yang ditetapkan dalam rumusan masalah.
Perumusan masalah dalam dunia penelitian sangat penting, sebaba ia berfungsi sebagai pedoman penelitian yang dapat mengarahkan subyek penelitian disamping dapat menentukan metode penelitian yang tepat dalam rangka membantu kelancaran kerja dilapangan (lokasi penelitian).
Setelah diketahui beberapa masalah yang melantar belakangi dalam pendidikan ini, maka perlu dirumuskan permasalahan secara sistimatis dalam rumus yang jelas kearah sasaran yang ingin dicapai dan terhindar dari pembahasan yang menyimpang dari pokok masalah.
          Adapun masalah-masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut :
a.    Apakah faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur ?
b.    Siapa sajakah pihak-pihak yang terkait terhadap penanggulangan anak putus sekolah di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur ?
c.    Bagaimanakah strategi penanngulangan anak putus sekolah di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur ?

2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang diselenggarakan penulis direlevansikan  dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan sehingga dengan demikian antara rumusann masalah dengan tujuan penelitian memiliki hubungan dann kaitan yang sangat akrab dan saling menunjang dan pembacapun akan lebih mudah memahaminya.
Disadari secara obyektif telah menjadi salah satu tradisi dalam  budaya hidup manusia bahwa setiap gerakan dan aktivitas yang diselenggarakan senanatiasa bertumpu dan berosientasi pada tujuan. Sangatlah sulit ditemukan suatu gerakan atau aktivitas yang diselenggarakan tanpa tujuan.
Sekecil apapun suatu gerakan atau aktivitas yang diselenggarakan manusia dinama akalnya masih sehat akan selalu bertumpu dan berorientasi kepada suatu titik pusat tujuan sebab tujuan berfungsi untuk mencari arah yang tepat. Sedangkan arah berfungsi untuk mencari jalan kearah tercapainya tujuan yang telah di tetapkan. Disamping itu pula tujuan berfungsi untuk mencipatakan kerja secara sistimatis dan terarah, sebab pusat perhatian selalu di arahkan kepada tujuan yang hendak dicapai, selain itu tujuan berfungsi untuk meningkatkan semangat dan gairah kerja ke arah kegiatan kerja yang di selenggarakan dipahami secara jelas. Demikian pula halnya dengan penyelenggaraan penelitian yang diselenggarakan penulis.
 Setiap sesuatu itu dilaksanakan sudah barang tentu memiliki tujuan dan maksud yang jelas. Begitu juga dengann penelitian yang penulis lakukan pada kali ini, adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini sesuai rumusan diatas adalah :
a.    Ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur
b.    Ingin mengetahui pihak-pihak yang terkait terhadap penanggulangan anak putus sekolah di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur
c.    Ingin mengetahui strategi penannggulangan anak putus sekolah di Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur

3. Manfaat Penelitian
  Sesungguhnya dalam melaksanakan suatu gerakan  atau aktivitas tidak cukup dengan hanya mengetahui tujuan namun yang paling penting adalah mengetahui  manfaat dan kegunaan yang dapat dirasakan dalam hidup dan kehidupan ini terutama setelah berakhir gerakan dan aktivitas tersebut.
Mengetahui manfaat atau kegunaan dari suatu gerakan atau aktivita baik pribadi pelaku aktivitas maupn bagi kelompok sosial masyarakat yang berkembang akan merupakan motivasi  dan mendorong semangat kerja secara efektif, karena itu manfaat dann kegunaan dari suatu gerakan atau aktivitas kerja mutlak perlu diketahui, demikian pula hanya dengan penelitian ini mempunyai manfaat dan kegunaan tersendiri.
Disamping tujuan yang dicapai maka dalam setiap penelitian mempunyai manfaat dan kegunaan tersendiri, adapun kegunaan dari penelitian ini ada dua yaitu :
a.    Informasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu pelajaran dan pemahaman bagi masyarakat Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur terutama para Ustaz dan guru yang berperan dalam bidang pendidikan
b.    Dari hasil penelitian ini diharapkan agar dapat dijadikan infut atau sumbangann pengetahuan, khususnya dalam pengembangan pendidikan.
4. Keterbatasan Penelitian
    Adapun batasan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Obyek penelitian
Obyek yang akan diteliti adalah strategi penanggulangan anak putus sekolah di Desa Bagikpapan Tahun 2009-2010.
2. Subyek penelitian
Subyek penelitian ini untuk di jadikan responden penelitian adalah : masyarakat, terdiri dari laki-laki dan prempuan pada Desa Bagikpapan Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur
C. Lokasi Penelitian
         Dalam kegiatan penelitian ini penyusun menetapkan di Desa Bagikpapan Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, sebagi obyek penelitian karena penulis sedikit mengetahui strategi penanggulangan anak putus sekolah di desa tersebut, disamping itu penulis berasal dari desa tersebut sehingga tidak menyulitkan penyusun memperoleh data yang di butuhkan.
    Desa Bagikpapan Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, adalah desa yang didirikan pada tahun 1989, tanah tersebut milik pemerintah yang beralamat di Bagikpapan Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur.

E.  Definisi Operasional
Untuk menghindari penapsiran yang berbeda terhadap arti dan maksud dari beberapa istilah yang digunakan pada judul penelitian ini, maka penliti memberikan batasan yaitu :
1. Strategi
Strategi adalah : Ilmu siasat perang, siasat perang, akal atau tipu muslihat untuk mencapai suatu maksud dann tujuan yang telah direncanakan (Muhammad, tt,   462 ).
         Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan strategi adalah suatu cara perbuatan mengembangkan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, agar penelitian terarah.


2.    Penanggulangan
Penanggulangan adalah cara untuk mengatasi, baik itu dalam pelaksanaan pendidikan baik dalam bidang formal maupun non formal.
3. Putus Sekolah
         Anak putus sekolah (drop out) adalah anak yang karena suatu hal tidak mampu menamatkan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah secara formal (Depag RI, 2003:4)
Sedangkan sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran menurut tingkatannya ada sekolah taman kanak-kanak atau TK, Sekolah Dasar /SD, ,Sekolah Menengah pertama/SMP, Menengah Atas/SMA (Muhammad, tt :399).
Dalam penelitian dimaksud adalah siswa-siswi yang putus sekolah yang terdiri dari SD/MI, SMP/MTs dan MA/SMA tahun 2009-2010.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar